ARTIKEL SMKN I SAMBI BOYOLALI
Photo tidak ada
Artificial Intelligence (AI) dalam Pendidikan
Artificial intelligence (AI) sudah menjadi aset di sekolah untuk sekian lama; namun, kesadaran, adopsi, dan inovasi AI telah berakselerasi, membuka peluang baru untuk AI dalam pendidikan. Pelajari bagaimana, kapan, dan di mana AI dapat membantu siswa, pengajar, dan pengelola dalam mendorong dan menghadirkan pengalaman pembelajaran yang semakin bermanfaat.
Apa itu AI dalam Pendidikan?
AI adalah teknologi yang memungkinkan mesin untuk melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan, pembelajaran, dan adaptasi manusia, dan bertindak berdasarkan data dalam jumlah besar yang diproses dengan cepat. Kemampuan ini diterapkan dalam teknologi pendidikan untuk membantu meningkatkan dan mempersonalisasi pembelajaran siswa, mengotomatiskan tugas yang berulang atau memakan waktu, serta melindungi data pribadi dan teknologi sekolah untuk memberi manfaat kepada siswa, pengajar, dan pengelola.
Mengapa menggunakan AI dalam Pendidikan?
Penggunaan teknologi pendidikan (edtech) di sekolah sudah menjadi umum. Demikian pula, penggunaan AI, teknologi yang memungkinkan mesin untuk melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia, semakin umum dalam kehidupan sehari-hari. Menyatukan keduanya adalah langkah alami yang dapat memberi manfaat bagi siswa, pengajar, staf, dan pengelola.
AI dapat hadir dalam banyak cara dan bentuk dalam dunia pendidikan. Baru-baru ini, ada peningkatan minat dalam alat AI generatif (GenAI) yang dapat menciptakan konten dan menyelesaikan tugas berdasarkan pertanyaan yang disampaikan secara alami. Sistem ini dapat mempersonalisasi konten, menghadirkan umpan balik yang mendekati real-time, dan memandu pelatihan serta pengembangan keterampilan.
Memadukan teknologi AI cerdas ke sekolah juga dapat membantu pengajar, staf, dan pengelola dengan mengotomatiskan tugas berulang atau yang memakan waktu, sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk berfokus pada upaya mewujudkan kesuksesan siswa.
Berdasarkan Angka
Penelitian terbaru tentang AI dalam pendidikan yang dilakukan oleh beberapa institusi telah menemukan:
65 persen pendidik ingin menerapkan AI untuk meningkatkan hasil belajar.
20 hingga 40 persen tugas saat ini dapat dialihdayakan ke teknologi.
13 jam per minggu waktu pengajar dapat dibebaskan dengan menggunakan AI untuk mengotomatiskan tugas.
48 persen pendidik mengatakan teknologi AI memiliki dampak positif terhadap pengalaman pembelajaran siswa.
42 persen guru dan siswa mengatakan bahwa AI menciptakan sistem yang lebih berkesetaraan.
73 persen siswa melaporkan AI membantu mereka belajar lebih cepat, dan 67 persen siswa melaporkan AI membantu mereka belajar lebih efisien.
Manfaat AI dalam Pendidikan
AI dalam pendidikan menawarkan berbagai manfaat yang dapat membantu memaksimalkan waktu dan efisiensi, meningkatkan keamanan sekolah dan data, memberikan wawasan berdasarkan data, dan memungkinkan penggunaan alat-alat berharga untuk meningkatkan pembelajaran. Beberapa manfaatnya meliputi:
Efisiensi administratif: AI dapat mengotomatiskan tugas rutin, meningkatkan efisiensi, dan membebaskan pengajar, staf, dan pengelola sekolah untuk aktivitas dengan keterlibatan lebih tinggi. Misalnya, AI dapat membantu pengajar dalam mengelola penilaian, menilai esai, dan mencatat kehadiran. AI juga dapat mengotomatiskan perpesanan yang dipersonalisasi tentang acara dan jadwal atau membantu perencanaan sumber daya.
Wawasan berbasis data: Analisis data oleh AI, seperti performa tugas dan hasil ujian siswa dan kelas, dapat menghasilkan wawasan yang unik bagi pengajar dan pengelola sekolah. Wawasan ini dapat digunakan untuk menyempurnakan kurikulum, mengadaptasi instruksi untuk pengalaman pembelajaran yang dipersonalisasi, memandu pengembangan keterampilan, mengenali peluang pembinaan, dan menghadirkan cara baru untuk membimbing dan mengelola pembelajaran siswa. Umpan balik tentang kemajuan siswa juga dapat memberikan informasi kepada lembaga pendidikan daerah terkait pengembangan materi pembelajaran.
Operasional dan keamanan yang lebih baik: Operasional kampus dalam skala sekolah atau daerah dapat memperoleh manfaat dari pemanfaatan AI. Misalnya, sistem digital yang didukung AI dapat mendeteksi masalah dan gangguan fasilitas atau teknologi secara proaktif atau mendekati real time. Teknologi visi komputer dan sensor yang terhubung dapat meningkatkan keamanan fisik di antaranya melalui pintu pintar, deteksi jatuh, dan akses gerbang pintar. Kemampuan ini dapat menghasilkan peningkatan efisiensi serta tingkat keselamatan dan keamanan yang lebih tinggi di seluruh area kampus.
Perlindungan keamanan siber yang lebih baik: Ancaman siber terus berkembang, dan sektor pendidikan adalah salah satu target utama. Misalnya, pada tahun 2023, serangan ransomware yang diketahui terhadap semua tingkatan institusi pendidikan meningkat 105 persen.4 Teknologi keamanan yang didukung AI dapat membantu tim IT pendidikan secara proaktif meningkatkan solusi keamanan saat ini untuk melindungi siswa, pengajar, data, dan operasi dari serangan siber.
Kasus Penggunaan AI dalam Pendidikan
Dalam lingkungan pendidikan, tiga jenis AI umumnya digunakan untuk memberi manfaat bagi siswa, pengelola, dan kampus:
AI Pelaporan: Jenis AI ini menggunakan algoritma untuk menganalisis data dan menghasilkan laporan secara otomatis. Keunggulan utamanya meliputi kecepatan, akurasi, dan kemampuan untuk mengenali pola. Dalam pendidikan, AI Pelaporan dapat membantu tugas seperti melacak kehadiran siswa, menghasilkan laporan nilai, dan mengoptimalkan sumber daya.
AI Reaktif: Bentuk dasar AI ini bersifat reaktif dan tidak memiliki kemampuan untuk membentuk memori atau menggunakan pengalaman masa lalu untuk memengaruhi output di masa depan. AI reaktif melakukan tugas sederhana berdasarkan jumlah data terkumpul yang besar. AI ini berguna untuk mengotomatiskan tugas administrasi dan penilaian siswa.
AI Prediktif: Menggunakan algoritma statistik, AI Prediktif dapat mengidentifikasi pola dalam data historis dan memprediksi peristiwa di masa depan. Dalam konteks pendidikan, teknologi ini dapat diterapkan untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang dipersonalisasi dan mengidentifikasi siswa yang mungkin berisiko putus sekolah.
Kasus Penggunaan dalam Pendidikan
Contoh penerapan AI dalam pendidikan meliputi:
Keterlibatan siswa: AI dalam pendidikan dapat mendukung pembelajaran bahasa untuk menjembatani potensi kesenjangan dalam pemahaman. Siswa dapat mempersiapkan diri untuk ujian melalui aplikasi yang didukung AI yang dipersonalisasi. Mereka juga dapat belajar dari rekan sesama siswa dan portal virtual dalam forum diskusi online serta melalui gamifikasi kurikulum.
Pencatatan kehadiran: Pengelola sekolah dan staf kantor dapat menggunakan AI untuk membantu melacak kehadiran siswa, mencatat ketidakhadiran yang direncanakan atau tidak direncanakan, atau memberi tahu orang tua tentang keterlambatan.
Pengelolaan ruang kelas: Sistem yang didukung AI dapat membantu pengajar memantau aktivitas siswa, terutama untuk rencana pembelajaran yang dipersonalisasi, laboratorium kelompok, lokakarya, atau pengalaman pembelajaran hibrida. Pengajar dapat melihat kemajuan siswa dengan lebih mudah dan memiliki lebih banyak waktu untuk mendukung pembelajaran kognitif-emosional dan manajemen perilaku sesuai kebutuhan.
Penilaian esai: Pengajar dapat menggunakan sistem AI untuk meninjau esai siswa sebagai langkah pertama dan memeriksa tata bahasa, struktur kalimat, dan plagiarisme. AI juga dapat membantu menentukan apakah siswa memahami tugas mereka secara akurat dan mengikuti instruksi penulisan dengan benar.
Pemahaman siswa dan kelas: Pengajar memiliki opsi untuk dapat menentukan skor siswa secara otomatis pada ujian, bergantung pada metode pelaksanaan ujian. Sistem yang didukung AI dapat membantu instruktur mengidentifikasi pemahaman umum tentang subjek tertentu berdasarkan skor individu dan kolektif pada tugas dan ujian. Hal ini dapat membantu dalam perencanaan pelajaran, bagaimana materi disajikan dalam kelas, pembuatan rencana pembelajaran yang dipersonalisasi berdasarkan kesenjangan pengetahuan individu, atau bahkan perubahan kurikulum untuk meningkatkan performa pembelajaran.
Catatan yang mendekati real-time: Sistem AI dapat membantu siswa dengan keterbatasan visual atau pendengaran, dengan cara merekam pelajaran dan menggunakan teknologi teks dari ucapan. Jika siswa mengalami kesulitan untuk fokus pada kelas karena mereka sibuk membuat catatan, AI dapat membuat transkrip yang disinkronkan dengan rekaman audio sehingga siswa dapat kembali dan mendengarkan atau membaca apa yang dikatakan pengajar pada saat tertentu. Ini juga membebaskan waktu pengajar yang tak perlu lagi memberikan rangkuman dan catatan pelajaran.
Komunikasi: Untuk mendukung pendidikan siswa, dibutuhkan suatu ekosistem yang baik. Menghubungkan orang tua, pengajar, dan pengelola sekolah secara lebih efisien dapat membantu meningkatkan pengalaman pembelajaran. Mulai dari penjadwalan acara, pelaporan kekhawatiran, hingga pengakuan atas prestasi dan presentasi siswa, kemampuan konferensi video dan perpesanan yang didukung AI dapat memfasilitasi akses untuk komunikasi di antara semua pemangku kepentingan.
Kampus pintar: Sistem AI dapat membantu memantau lingkungan kampus dan memberikan wawasan yang berharga bagi pengelola, pengunjung, dan staf. Misalnya, AI dapat mengumpulkan metrik siswa untuk kehadiran di lokasi dan kelas digital. AI juga dapat digunakan untuk memantau arus pejalan kaki dan lalu lintas untuk mengenali pola penggunaan, potensi bahaya keselamatan di kampus, dan membantu dengan parkir pintar, pencarian jalan, dan pengelolaan keramaian. Robot yang didukung AI dapat digunakan dalam berbagai cara untuk membantu pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas.
Tantangan AI dalam Pendidikan
Seperti halnya adopsi teknologi apa pun, memahami bagaimana, kapan, dan di mana akan menggunakan AI dalam pendidikan harus menjadi prioritas bagi pendidik dan pengelola yang visioner saat ini.
Sebagai landasan untuk AI dalam pendidikan, harus ada komitmen untuk menggunakan AI yang bertanggung jawab untuk transparansi, akuntabilitas, inklusivitas, dan tata kelola untuk mendukung kepercayaan masyarakat, pemikiran kritis, dan penalaran yang mendalam. Ada beberapa skenario yang perlu dipertimbangkan untuk semua inisiatif AI di sekolah, seperti:
Penyalahgunaan siswa: Risiko kecurangan siswa menimbulkan masalah etika dan merusak kemampuan mereka untuk mempelajari materi dan keterampilan yang diperlukan. Selain itu, siswa dapat bertukar atau melupakan perangkat atau kredensial kata sandi mereka, yang dapat menjadi risiko keamanan.
Bias dalam algoritma: Sistem AI belajar dari data yang digunakan dalam pelatihan. Jika data ini mengandung bias seperti gender, etnis, dan segmen sosio-ekonomi, sistem AI dapat mempelajari dan terus memiliki bias tersebut.
Akses yang berkesetaraan: Tidak semua siswa memiliki akses ke alat AI dan internet, dengan risiko bahwa kesenjangan digital mungkin melebar jika akses tidak dimungkinkan bagi semua siswa.
Penurunan keterlibatan siswa: Ada risiko bahwa siswa yang menghabiskan lebih banyak waktu dengan alat AI mungkin kurang terlibat dengan pendidik dan siswa lainnya.
Kelelahan pengajar: Perangkat pengajar adalah alat yang paling banyak digunakan di ruang kelas modern untuk pengajaran, tugas administratif, dan komunikasi. Pada saat yang sama, kelelahan pengajar menyebabkan peningkatan pergantian pengajar dan kekurangan staf. Memberikan alat yang didukung AI dapat membantu meningkatkan kepuasan pengajar.
Implementasi sistem: Meningkatkan infrastruktur dan perangkat yang ada untuk teknologi saat ini dan persiapan kebutuhan pendidikan di masa depan memerlukan investasi waktu dan sumber daya, termasuk melatih personel terkait cara menggunakan AI secara efektif.
Sebagian besar risiko ini tidak baru tetapi harus dipertimbangkan melalui penggunaan AI yang bertanggung jawab.
Masa Depan AI dalam Pendidikan
AI akan terus diintegrasikan di seluruh lanskap pendidikan untuk meningkatkan pembelajaran, mengotomatiskan tugas rutin, memberikan wawasan berbasis data, serta melindungi privasi pengguna dan data serta infrastruktur teknologi. Penggunaan AI dalam pembelajaran juga akan membantu memajukan keterampilan yang diperlukan siswa untuk sukses dalam dunia kerja di masa depan.
Sifat pekerjaan berubah secara signifikan. Pada tahun 2027, diperkirakan 83 juta jenis pekerjaan di seluruh dunia—seperti teller bank, petugas layanan pos, kasir, dan petugas tiket—akan menjadi usang seiring perubahan lanskap ketenagakerjaan.5 Pada saat yang sama, proyeksi menunjukkan bahwa sekitar 69 juta peluang baru akan muncul dalam peran seperti spesialis AI dan machine learning, pakar keberlanjutan, dan analis intelijen bisnis.5
Keterampilan Dunia Kerja Masa Depan
Keterampilan yang kita persiapkan agar dimiliki siswa untuk dunia kerja di masa depan tersebut mencakup pemikiran analitik dan kreatif, ketahanan, fleksibilitas, dan ketangkasan. Kemampuan ini masuk ke dalam beberapa kategori seperti kemampuan kognitif, bekerja sama dengan orang lain, efikasi diri, kecakapan teknologi, dan kecerdasan manajemen. Untuk menanggapinya, pendidikan harus beradaptasi.
Agar siswa dapat berhasil, mereka saat ini perlu dibekali dengan kemampuan pemecahan masalah, kompetensi sosial-emosional, kemampuan untuk berkolaborasi secara efektif, dan kecakapan dalam perancangan dan pemrograman teknologi. Aplikasi dunia nyata untuk pengetahuan semacam ini mencakup pembuatan konten (termasuk produksi video), visualisasi data, dan kebiasaan untuk bekerja dari mana saja.
Persyaratan Teknologi Masa Depan
Sistem yang didukung AI dalam pendidikan akan mendapatkan momentum selama beberapa tahun ke depan, meningkatkan kepentingan akan perangkat yang dipersiapkan untuk kebutuhan di masa depan yang memungkinkan tingkat kolaborasi, produktivitas, dan kreativitas baru serta mendukung kemampuan untuk menjalankan AI secara lebih efisien dan efektif. Hal ini sangat penting mengingat siklus penyegaran perangkat empat tahunan yang umum di sektor pendidikan.
Keamanan juga akan terus menjadi prioritas utama. Institusi pendidikan harus mengembangkan strategi keamanan yang dapat bertahan dari tantangan lanskap keamanan yang kompleks, melindungi privasi pengguna dan data pada perangkat siswa, pengajar, dan staf serta infrastruktur jaringan.
Institusi pendidikan dapat memanfaatkan keunggulan AI saat ini. Mengambil langkah untuk mengintegrasikan AI sekarang akan menjadi landasan untuk lebih mudah menangkap kemungkinan yang muncul dan kasus penggunaan di masa depan.
Link website : https://www.intel.co.id/content/www/id/id/learn/ai-in-education.html